CEK FAKTA - Donald Trump, pengusaha dan mantan presiden Amerika Serikat, berhasil terpilih kembali setelah memenangkan Pilpres AS 2024 pada 5 November. Dengan perolehan 312 suara elektoral, Trump mengalahkan Kamala Harris, yang memperoleh 226 suara dari Partai Demokrat. Kemenangan ini menandakan kemenangan besar bagi Partai Republik dalam pemilu yang penuh ketegangan ini.
Namun, di tengah pesta demokrasi ini, sejumlah disinformasi dan misinformasi muncul, termasuk klaim-klaim yang tidak berdasar mengenai dukungan selebritas terhadap calon presiden. Salah satu yang menjadi korban klaim palsu adalah legenda bola basket, Michael Jordan.
Beberapa unggahan di media sosial mengklaim bahwa Michael Jordan, yang terkenal dengan karier gemilangnya bersama Chicago Bulls, mendukung Donald Trump dalam Pilpres AS 2024. Namun, kabar tersebut terbukti sebagai hoaks. Tidak ada bukti yang mendukung klaim ini, dan perwakilan Michael Jordan segera membantah rumor tersebut.
Diketahui bahwa Jordan, yang dikenal sangat tertutup soal pandangan politik, tidak memberikan dukungan kepada calon presiden manapun dalam Pemilu 2024. Keputusan Jordan untuk menjaga privasi dalam hal politik bukanlah hal baru, karena sebelumnya ia juga dikenal enggan terlibat dalam isu politik di luar dunia olahraga.
Penjelasan dari pihak Jordan ini penting untuk meredakan kebingungan di kalangan penggemar dan publik. Hoaks semacam ini sering kali digunakan untuk memanipulasi opini publik dan memengaruhi keputusan pemilih, sehingga penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar.
Infografik yang kami sajikan memberikan gambaran jelas tentang bagaimana hoaks ini berkembang dan bagaimana klaim palsu ini bisa memengaruhi persepsi publik terhadap selebritas dan tokoh terkenal lainnya.
Jaga kewaspadaan Anda terhadap informasi yang belum diverifikasi, dan pastikan untuk selalu mengecek kebenaran setiap klaim yang muncul di media sosial.
Posting Komentar