Pangeran MbS Desak Israel Bersikap Tenang: Hindari Serangan ke Iran

INTERNASIONAL - Putra Mahkota Arab Saudi sekaligus pemimpin de facto negara, Mohammed bin Salman (MbS), baru-baru ini menyerukan kepada Israel untuk menghormati kedaulatan Iran dan menghindari serangan ke wilayah tersebut. Pernyataan ini muncul dalam pertemuan puncak pemimpin dunia Arab dan Muslim, di mana MbS mendesak komunitas internasional agar mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan Israel tidak melanggar batas kedaulatan Iran.

Sejak lama, Arab Saudi yang mayoritas Sunni dan Iran yang mayoritas Syiah berada di posisi berseberangan dalam konflik regional. Ketegangan ini tampak nyata dalam berbagai konflik, seperti di Suriah, dan semakin meningkat sejak Arab Saudi membentuk koalisi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional. Langkah ini diambil setelah kelompok pemberontak Houthi, yang didukung Iran, berhasil menguasai ibu kota Sanaa dan mendekati Aden di bagian selatan Yaman.

Hubungan antara Arab Saudi dan Iran sempat memburuk tajam ketika pada tahun 2016 kedua negara memutuskan hubungan diplomatik. Langkah ini diambil setelah terjadi serangan pada kedutaan Saudi di Iran menyusul eksekusi ulama Syiah, Nimr al-Nimr, oleh pemerintah Saudi. Namun, pada Maret 2023, hubungan keduanya mulai membaik setelah melalui mediasi dari Tiongkok, yang menghasilkan kesepakatan untuk memulihkan hubungan diplomatik.

Meski hubungan ini tidak tanpa hambatan, pencapaian diplomatik tersebut menandai pendekatan baru dalam kebijakan luar negeri Pangeran Mohammed, yang kini lebih menitikberatkan pada diplomasi. Kedua negara juga menunjukkan upaya serius dalam membina komunikasi yang intens sebagai respons terhadap konflik Israel-Palestina yang semakin memanas sejak Oktober tahun lalu.

Dalam perkembangan terbaru, Arab Saudi dan Iran bahkan mengadakan latihan militer bersama di kawasan Laut Oman pada Oktober. Langkah ini diikuti dengan kunjungan Kepala Staf Militer Saudi, Fayyad al-Ruwaili, ke Teheran untuk berdialog dengan para pejabat tinggi Iran.

Pendekatan diplomatik yang diambil oleh Arab Saudi ini menandai babak baru dalam hubungan Timur Tengah, di mana kerja sama dan dialog menjadi bagian dari strategi Saudi untuk menjaga stabilitas kawasan serta memperkuat posisinya di arena diplomasi internasional.

Posting Komentar