Dalam pernyataannya, Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kemajuan dan kebaikan Timnas Indonesia ke depan. "Langkah ini dilakukan untuk masa depan yang lebih baik bagi tim nasional," ujar Erick Thohir.
Shin Tae-yong pertama kali diangkat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal tahun 2020 atas penunjukan Mochamad Iriawan, Ketua PSSI saat itu. Kontraknya kemudian diperpanjang pada Juni 2024 hingga tahun 2027, setelah menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa tim.
Kontribusi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Piala AFF 2024 menjadi turnamen terakhir yang dipimpin oleh Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Mengandalkan banyak pemain muda, Skuad Garuda gagal melaju dari fase grup dalam ajang tersebut.
Meski demikian, Shin Tae-yong memiliki kontribusi besar dalam membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia 2023 dan 2027 serta mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain itu, ia juga berperan dalam mengembangkan talenta muda seperti Rizky Ridho dan Pratama Arhan yang menjadi pilar penting sejak Piala AFF 2020.
Rekam Jejak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Berdasarkan data Transfermarkt, Shin Tae-yong telah memimpin Timnas Indonesia dalam 57 pertandingan kompetitif di level senior. Dari total laga tersebut, 26 berakhir dengan kemenangan, 14 kali imbang, dan 17 kekalahan. Timnas Indonesia mencetak 106 gol dan kebobolan 75 kali di bawah kepelatihannya.
Selain catatan pertandingan, prestasi lainnya adalah peningkatan signifikan dalam peringkat FIFA. Pada awal tahun 2020, Indonesia berada di peringkat 173 dunia dan berhasil naik ke posisi 127 pada Desember 2024.
Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong diharapkan dapat membawa Timnas Indonesia ke arah yang lebih baik dengan kepemimpinan baru yang lebih segar.



Posting Komentar