Keretakan tebing di Pura Batu Bolong pertama kali terpantau oleh tim pengelola pada tahun lalu. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, ditemukan bahwa keretakan tersebut cukup signifikan dan berpotensi membahayakan pengunjung serta struktur pura itu sendiri. Posisi keretakan ini berada di sekitar akses menuju pura, dengan kondisi tebing yang berlubang di bagian tengah, sehingga pura tersebut dinamakan Pura Batu Bolong.
I Wayan Sudiana, Manajer DTW Tanah Lot, menjelaskan bahwa keretakan ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga menjadi perhatian bagi banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi pelestarian budaya. “Kami sangat menyadari pentingnya menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian pura ini. Oleh karena itu, kami harus bertindak cepat dan tepat,” katanya.
Dalam upaya penanganan keretakan ini, pihak DTW Tanah Lot telah bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan konsultan untuk merencanakan langkah-langkah yang diperlukan. Sudiana menambahkan bahwa sosialisasi terkait rencana penanganan keretakan telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Bendesa Adat Beraban, Perbekel, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta manajemen operasional Tanah Lot.
“Rapat sosialisasi ini sangat penting untuk memastikan semua pihak memahami rencana kami dan dapat memberikan masukan yang konstruktif. Kami ingin melibatkan masyarakat dalam proses ini agar mereka merasa memiliki dan peduli terhadap pelestarian pura,” ujar Sudiana.
Desain pengamanan tebing yang telah disetujui mencakup berbagai metode, termasuk penguatan struktur tebing dan pembuatan saluran drainase untuk mencegah erosi lebih lanjut. Saat ini, proses pengajuan anggaran untuk pelaksanaan proyek tersebut sedang berlangsung.
Meskipun rencana penanganan sudah ada, Sudiana mengakui bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan pengerjaan fisik akan dimulai. “Kami masih menunggu tahapan lanjutan dari pihak terkait. Namun, kami berkomitmen untuk segera memulai proses ini agar keretakan tidak semakin parah,” ungkapnya.
Di sisi lain, menyambut musim liburan pertengahan tahun, DTW Tanah Lot telah menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan pelayanan bagi pengunjung. “Kami ingin memastikan bahwa meskipun ada pembatasan akses, pengunjung tetap dapat menikmati pengalaman yang aman dan nyaman di Tanah Lot,” kata Sudiana.
Pihak DTW juga berencana untuk meningkatkan fasilitas dan layanan kepada pengunjung, termasuk penyediaan informasi yang lebih baik mengenai kondisi pura dan langkah-langkah keselamatan yang diambil.
Keretakan tebing Pura Batu Bolong adalah masalah yang memerlukan perhatian dan tindakan segera. Dengan adanya rencana penanganan yang matang dan keterlibatan masyarakat, diharapkan keretakan ini dapat ditangani dengan baik tanpa mengurangi keindahan dan nilai budaya yang dimiliki oleh pura tersebut. DTW Tanah Lot berkomitmen untuk menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian warisan budaya Bali, serta berharap agar proyek penanganan ini dapat segera dilaksanakan.


Posting Komentar