MSG: Alternatif Sehat untuk Garam dalam Masakan

MAKANAN - Monosodium Glutamat (MSG) sering kali mendapatkan stigma negatif dan dianggap berbahaya bagi kesehatan. Namun, sebenarnya MSG dapat berfungsi sebagai pengganti garam yang lebih baik.

MSG telah digunakan sebagai penyedap rasa selama hampir satu abad. Meskipun banyak mitos yang beredar mengenai dampaknya terhadap kesehatan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi.

Salah satu keunggulan MSG adalah kemampuannya untuk meningkatkan cita rasa makanan, terutama dalam menciptakan rasa umami yang khas. Penyedap ini banyak digunakan dalam masakan Asia, seperti tumisan dan marinasi.

Meskipun sering dianggap berisiko, MSG memiliki manfaat tertentu. MSG mengandung natrium yang jauh lebih rendah dibandingkan garam meja. Garam meja mengandung sekitar 39% natrium, sementara MSG hanya memiliki 12%. Ini berarti MSG dapat membantu mengurangi asupan natrium tanpa mengorbankan rasa.

Penggunaan MSG dalam memasak cukup mudah. Anda dapat menambahkannya seperti garam, baik sebelum maupun selama proses memasak. Penting untuk menggunakan MSG dalam takaran yang tepat agar tetap aman bagi kesehatan.

Menurut National Institutes of Health (NIH), konsumsi MSG yang dianjurkan adalah kurang dari 6 gram per hari, setara dengan 1,5 sendok teh. Penggunaan MSG secara berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi ginjal dan pembuluh darah.

Beberapa merek MSG, seperti Ajinomoto, dibuat dari bahan nabati melalui proses fermentasi, seperti tebu dan jagung. Dengan cara ini, MSG tidak hanya memberikan rasa yang lebih enak, tetapi juga bisa menjadi alternatif yang lebih sehat bagi mereka yang ingin mengurangi asupan natrium.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang MSG, kita dapat menggunakannya sebagai bumbu tambahan yang aman dan efektif untuk meningkatkan cita rasa masakan sehari-hari.

Posting Komentar