Penampilan buruk Alexander-Arnold saat Liverpool ditahan imbang 2-2 oleh Manchester United pekan lalu menimbulkan keraguan terkait kesiapannya untuk menjadi solusi bagi Madrid. Ia kesulitan menghadapi tekanan Diogo Dalot, yang menyoroti kelemahannya dalam bertahan.
Kekalahan telak 2-5 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol baru-baru ini semakin menguatkan kebutuhan Madrid akan perbaikan di lini belakang. Meski berminat pada Alexander-Arnold, kehadirannya belum tentu mampu mengatasi masalah mendasar yang dihadapi Los Blancos.
Krisis Pertahanan yang Berlarut Sejak kekalahan 0-4 dari Barcelona pada Oktober 2024, kelemahan pertahanan Madrid sudah menjadi sorotan. Fokus pada kehadiran Kylian Mbappe membuat isu defensif ini sempat terabaikan. Namun, Ancelotti memahami bahwa masalah keseimbangan tim dan soliditas lini belakang adalah tantangan utama.
Kekalahan 1-3 dari AC Milan, yang bahkan tampil di bawah performa terbaiknya, kembali menegaskan masalah struktural dalam pertahanan Madrid. Ancelotti sendiri mengakui bahwa timnya kerap rapuh dalam menghadapi serangan balik.
Solusi yang Belum Tervalidasi Akhir tahun lalu, Ancelotti sempat mengadakan diskusi internal dengan skuadnya dan merasa telah menemukan solusi potensial. Hasilnya, Madrid sempat mencatatkan tiga clean sheet berturut-turut di La Liga. Namun, setiap kali menghadapi lawan tangguh, kelemahan defensif mereka kembali terungkap.
Madrid membutuhkan bek tengah tangguh yang dapat memberikan stabilitas di jantung pertahanan. Meski Alexander-Arnold adalah talenta berkualitas, kebutuhan Madrid saat ini lebih mendesak untuk memperkuat sektor tengah lini belakang. Jika tidak segera diatasi, masalah ini bisa menjadi hambatan serius dalam perburuan gelar musim ini.

Posting Komentar