Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia, dengan panjang tubuh mencapai 2–3 meter dan berat sekitar 45–136 kilogram. Daya tarik utama komodo terletak pada ukurannya yang mengesankan, liur yang mengandung racun mematikan, serta kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Fosil menunjukkan bahwa nenek moyang komodo sudah menghuni Bumi sejak 300 ribu hingga 4 juta tahun yang lalu, menjadikannya salah satu spesies tertua di dunia.
Jejak Awal Penemuan Komodo
Sebelum dikenal luas, masyarakat lokal Nusa Tenggara Timur menyebut komodo sebagai "ora", yang berarti "buaya darat". Julukan ini mencerminkan kemiripannya dengan buaya, meskipun komodo lebih banyak menghabiskan waktu di daratan. Pada awal 1900-an, reptil besar ini mulai menarik perhatian masyarakat Barat. Letnan Steyn van Hensbroek, seorang kolonial Belanda, menjadi salah satu orang pertama yang mendokumentasikan keberadaan komodo setelah menemukan seekor komodo di Pulau Flores pada tahun 1910.
Ekspedisi besar-besaran untuk mempelajari komodo kemudian dilakukan oleh W. Douglas Burden, seorang peneliti asal Amerika Serikat, pada tahun 1926. Ia tidak hanya membantu memperkenalkan komodo ke dunia internasional, tetapi juga memberikan nama "komodo dragon" yang populer hingga saat ini.
Mengapa Komodo Disebut "Naga"?
Julukan "naga" pada komodo berasal dari deskripsi ukuran tubuhnya yang besar dan lidah panjang bercabangnya yang menyerupai gambaran naga dalam mitologi Barat. Para peneliti Barat, yang terpesona oleh penampilan komodo, merasa reptil ini memiliki kesan mistis dan menyerupai naga mitologi. Nama "dragon" akhirnya disematkan sebagai bagian dari upaya untuk menggambarkan kekuatan dan daya tarik hewan ini.
Penelitian menunjukkan bahwa nenek moyang komodo berasal dari Australia dan bermigrasi ke wilayah Nusa Tenggara Timur sekitar 900 ribu tahun yang lalu. Fosil yang ditemukan mengungkapkan bahwa kerabat komodo, seperti megalania (Varanus priscus), memiliki ukuran lebih besar dibandingkan komodo modern. Namun, kerabatnya tersebut sudah punah sekitar 40 ribu tahun yang lalu.
Sayangnya, saat ini populasi komodo di alam liar terus menurun. Dengan hanya tersisa 4.000–5.000 individu, komodo menghadapi ancaman serius akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Reptil ikonik ini telah masuk dalam daftar spesies yang terancam punah, menjadikan konservasi mereka sebagai tanggung jawab penting bagi manusia.
Julukan "naga" pada komodo bukan sekadar nama, melainkan cerminan dari kekaguman manusia terhadap hewan ini. Dengan segala keunikan dan sejarah panjangnya, komodo menjadi simbol kekayaan alam Indonesia yang patut dilestarikan. Melindungi komodo berarti menjaga warisan alam yang tak ternilai bagi generasi mendatang.

Posting Komentar