Untuk mencapai Curug Kubang, wisatawan dapat memilih salah satu dari dua jalur utama:
1. Melalui Jalur Selatan Cianjur
Jarak: 96 kilometer dari pusat Kota Santri.
Kondisi jalan: 11 kilometer terakhir berupa jalan berbatu dan berlumpur, terutama di musim hujan, yang memerlukan ekstra kehati-hatian.
2. Melalui Jalur Ciwidey
Jarak: 86 kilometer dari Kota Bandung.
Kondisi jalan: Kerusakan jalan lebih pendek dibanding jalur pertama, kurang dari 10 kilometer, tetapi tetap menantang.
Selain itu, lokasi Curug Kubang juga berdekatan dengan Curug Citambur, hanya berjarak sekitar 12 kilometer. Namun, meski jaraknya dekat, kondisi jalan yang kurang memadai membuat waktu tempuh dari Citambur ke Curug Kubang bisa lebih dari satu jam.
Potensi Wisata Desa Padasuka
Sekretaris Desa Padasuka, Hedar Pelani, mengungkapkan bahwa desa ini memiliki potensi wisata yang luar biasa. Selain Curug Kubang, terdapat enam air terjun lain yang tak kalah indah di wilayah ini. Curug Kubang, dengan keindahan yang paling mencolok, menjadi ikon wisata Desa Padasuka.
“Kami memiliki tujuh curug yang tersebar di Desa Padasuka. Curug Kubang adalah yang terbesar dan paling indah, serta sudah memiliki penataan yang cukup baik,” ujar Hedar.
Namun, ia menyoroti bahwa akses jalan yang buruk menjadi kendala utama dalam mengembangkan sektor pariwisata. Kondisi jalan yang sulit dilalui membuat pemerintah desa dan warga setempat pesimis terhadap kemajuan wisata alam di wilayah mereka.
Harapan Perbaikan Infrastruktur
“Kami berharap jalan segera diperbaiki agar wisatawan tidak kapok datang ke sini. Dengan begitu, potensi wisata di Desa Padasuka dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal,” pungkasnya.
Curug Kubang, dengan keindahan yang memukau, menanti untuk dijelajahi. Meski jalannya menantang, pesona alam yang ditawarkan pasti sepadan dengan usaha yang dilakukan untuk mencapainya. Semoga ke depannya, akses yang lebih baik dapat membuka pintu bagi lebih banyak wisatawan untuk menikmati surga tersembunyi ini.


Posting Komentar