Pada 2023, turis asal China menghabiskan USD 196,5 miliar untuk perjalanan luar negeri, melampaui negara-negara lain seperti Amerika Serikat (USD 150 miliar) dan Jerman (USD 112 miliar). India juga mencatat kemajuan signifikan dengan melonjak ke posisi kedelapan dari sebelumnya di peringkat ke-14 pada 2019.
Prancis tetap menjadi destinasi utama dunia, dengan 100 juta wisatawan mengunjunginya sepanjang 2023. Spanyol dan Amerika Serikat menyusul dengan masing-masing 85 juta dan 66 juta wisatawan. Beberapa negara seperti Italia, Turki, dan Meksiko menunjukkan kenaikan peringkat yang mencerminkan daya tariknya yang semakin kuat di kalangan wisatawan internasional.
Amerika Serikat memimpin penerimaan wisata internasional dengan pendapatan sebesar USD 176 miliar, diikuti Spanyol dan Inggris. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Turki, dan Arab Saudi juga mencatat peningkatan tajam dalam pendapatan wisata.
Tren Positif Menuju Pemulihan Global
Barometer Pariwisata Dunia memperkirakan sektor pariwisata akan pulih sepenuhnya pada 2024, dengan tingkat kunjungan wisatawan yang mendekati 97% dibandingkan 2019. Diperkirakan pada 2025, pendapatan pariwisata internasional akan mencapai USD 1,7 triliun, mengembalikan kontribusi langsung sektor ini terhadap PDB global ke angka USD 3,3 triliun.
Kebangkitan ini didukung oleh tingginya permintaan perjalanan, pemulihan China sebagai pasar utama, serta meningkatnya konektivitas penerbangan. Dengan perkembangan ini, pariwisata global tampaknya tidak hanya pulih tetapi juga memasuki babak baru pertumbuhan yang lebih menjanjikan.

Posting Komentar