Tradisi ini berasal dari permainan kata dalam bahasa Mandarin. Malam Natal disebut Ping An Ye, yang berarti "Malam yang Damai." Sementara itu, kata "apel" dalam bahasa Mandarin adalah Ping Guo, yang berarti "Buah Kedamaian." Karena memiliki kata dasar yang sama, "Ping," apel dianggap melambangkan harapan akan kedamaian dan ketenangan.
Memberikan apel sebagai hadiah Natal menjadi cara simbolis untuk mendoakan kehidupan damai bagi orang-orang terkasih. Oleh karena itu, apel dikenal sebagai "buah perdamaian" di China.
Hadiah yang Dikemas dengan Istimewa
Hadiah ini terutama populer di kalangan anak muda, khususnya pria yang ingin memberikan sesuatu yang bermakna untuk pacar mereka. Tradisi ini menunjukkan bagaimana pengaruh budaya lokal dapat memperkaya perayaan global seperti Natal.
Globalisasi dan Pengaruh Budaya Lain
Bandingkan dengan Tradisi Natal Jepang
Jika China memiliki apel sebagai simbol kedamaian, di Jepang terdapat tradisi unik lainnya: makan KFC saat Natal. Tradisi ini dimulai pada tahun 1974 ketika KFC Jepang meluncurkan kampanye liburan yang mempopulerkan ayam goreng sebagai pengganti kalkun. Kini, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal di Jepang.
Natal: Simbol Kedamaian dan Kebersamaan
Tradisi pemberian apel di China menunjukkan bagaimana sebuah budaya dapat menciptakan makna baru dalam perayaan global. Tidak hanya sekadar hadiah, apel menjadi simbol harapan akan kedamaian dan kebahagiaan, sesuatu yang relevan bagi semua orang, terlepas dari kepercayaan mereka. Tradisi ini membuktikan bahwa Natal bukan hanya tentang agama, tetapi juga tentang kebersamaan dan harapan baik.



Posting Komentar