Apel dan Tradisi Natal Unik di China: Simbol Kedamaian untuk Orang Tercinta

MAKANAN - Natal memang bukan hari libur nasional di China karena mayoritas penduduknya bukan penganut agama Kristen. Namun, perayaan ini tetap meriah, terutama di kota-kota besar. Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah pemberian apel sebagai hadiah Natal. Apa sebenarnya makna di balik kebiasaan ini?

Tradisi ini berasal dari permainan kata dalam bahasa Mandarin. Malam Natal disebut Ping An Ye, yang berarti "Malam yang Damai." Sementara itu, kata "apel" dalam bahasa Mandarin adalah Ping Guo, yang berarti "Buah Kedamaian." Karena memiliki kata dasar yang sama, "Ping," apel dianggap melambangkan harapan akan kedamaian dan ketenangan.

Memberikan apel sebagai hadiah Natal menjadi cara simbolis untuk mendoakan kehidupan damai bagi orang-orang terkasih. Oleh karena itu, apel dikenal sebagai "buah perdamaian" di China.

Hadiah yang Dikemas dengan Istimewa

Apel untuk Natal di China tidak sekadar apel biasa. Buah ini sering dihias dengan sangat menarik, dibungkus dalam kertas berdesain elegan atau kantong yang dihiasi pita emas. Bahkan, beberapa apel diberi ukiran atau tulisan "Selamat Natal" dalam bahasa Mandarin dengan tinta emas, menjadikannya lebih istimewa.

Hadiah ini terutama populer di kalangan anak muda, khususnya pria yang ingin memberikan sesuatu yang bermakna untuk pacar mereka. Tradisi ini menunjukkan bagaimana pengaruh budaya lokal dapat memperkaya perayaan global seperti Natal.

Globalisasi dan Pengaruh Budaya Lain

Meski baru populer dalam satu dekade terakhir, tradisi ini mencerminkan dampak globalisasi di China. Semakin banyak anak muda yang merayakan Natal meski mereka tidak memeluk agama Kristen. Mereka mengadopsi berbagai elemen Natal, seperti tukar hadiah, pesta, dan dekorasi, sebagai bagian dari budaya modern.

Bandingkan dengan Tradisi Natal Jepang

Jika China memiliki apel sebagai simbol kedamaian, di Jepang terdapat tradisi unik lainnya: makan KFC saat Natal. Tradisi ini dimulai pada tahun 1974 ketika KFC Jepang meluncurkan kampanye liburan yang mempopulerkan ayam goreng sebagai pengganti kalkun. Kini, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal di Jepang.

Natal: Simbol Kedamaian dan Kebersamaan

Tradisi pemberian apel di China menunjukkan bagaimana sebuah budaya dapat menciptakan makna baru dalam perayaan global. Tidak hanya sekadar hadiah, apel menjadi simbol harapan akan kedamaian dan kebahagiaan, sesuatu yang relevan bagi semua orang, terlepas dari kepercayaan mereka. Tradisi ini membuktikan bahwa Natal bukan hanya tentang agama, tetapi juga tentang kebersamaan dan harapan baik.

Posting Komentar