Pada Oktober 2024, setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden, muncul sebuah video yang mengklaim bahwa ia menawarkan bantuan dana untuk berbagai kebutuhan, mulai dari biaya pendidikan hingga renovasi rumah. Dengan narasi yang tampak menarik dan relevan dengan banyak masalah yang dihadapi masyarakat, konten ini segera menyebar luas.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, konten tersebut terbukti sebagai hoaks. Video yang digunakan dalam unggahan itu sebenarnya adalah rekaman pidato Prabowo usai pelantikan, yang kemudian dimanipulasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan suara yang mengklaim memberikan bantuan dana. Teknologi AI ini memanipulasi suara asli dengan tingkat akurasi 99,8 persen, membuatnya terdengar seolah-olah itu adalah tawaran langsung dari Presiden.
Penting untuk selalu waspada terhadap penipuan yang beredar di media sosial, terutama yang mengandalkan taktik manipulasi suara dan video untuk menarik perhatian. Masyarakat diminta untuk lebih kritis dan tidak mudah terjebak dengan janji-janji palsu yang merugikan. Ingatlah, tidak ada tawaran bantuan dana yang datang begitu saja tanpa proses yang jelas.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam pembuatan konten hoaks, kesadaran akan pentingnya memeriksa keaslian informasi sangat diperlukan. Pastikan untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum membagikan atau mempercayainya.


Posting Komentar