FAKTA - Australia, sebuah benua yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya, merupakan rumah bagi berbagai jenis flora unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Salah satu contohnya adalah Sturt’s Desert Pea (Swainsona formosa), bunga cantik dari keluarga Fabaceae. Dengan kelopak bunga berwarna merah mencolok dan titik hitam khas di tengahnya, bunga ini tidak hanya menjadi simbol keindahan alam Australia tetapi juga menyimpan sejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Selain bentuk dan warnanya yang memikat, Sturt’s Desert Pea memiliki latar belakang historis dan biologis yang menjadikannya istimewa. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang bunga ikonik ini:
1. Simbol Resmi Australia Selatan
Sejak 23 November 1961, Sturt’s Desert Pea ditetapkan sebagai lambang flora resmi negara bagian Australia Selatan. Namun, keberadaan bunga ini tidak terbatas di sana. Sturt’s Desert Pea dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Australia, kecuali di Victoria dan Tasmania. Simbol ini melambangkan ketangguhan flora Australia dalam menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.
2. Habitatnya yang Ekstrem
Sturt’s Desert Pea tumbuh subur di habitat yang kering dan tandus. Menurut Australian National Botanic Gardens, tanaman ini hidup di daerah dengan curah hujan tahunan sekitar 125 hingga 250 mm. Tanah berpasir dan berkapur di wilayah cekungan kecil menjadi tempat favoritnya untuk berkembang biak, menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan yang keras.
3. Ciri Tumbuh yang Unik
Berbeda dari tanaman berbunga pada umumnya, Sturt’s Desert Pea tumbuh dengan batang merayap yang bisa mencapai panjang hingga 2 meter. Bunganya tumbuh berkelompok dengan enam hingga delapan bunga per kelompok. Daunnya yang berwarna hijau keabu-abuan tersusun secara spiral di sepanjang batang, menambah daya tarik visualnya. Keberadaan titik hitam di setiap bunga, yang dikenal sebagai ‘boss’, menjadi ciri khas yang tak terlupakan.
4. Sejarah Nama yang Panjang
Tanaman ini awalnya diklasifikasikan sebagai Clianthus damperi. Namun, pada tahun 1990, namanya diubah menjadi Swainsona formosa untuk menghormati Isaac Swainson, seorang ahli botani Inggris. Kata “formosa” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “cantik”. Nama “Sturt’s Desert Pea” diberikan sebagai penghormatan kepada Charles Sturt, seorang penjelajah Inggris yang mendokumentasikan keindahan bunga ini dalam catatan perjalanannya.
5. Bijinya yang Tahan Lama
Keunikan lain dari Sturt’s Desert Pea adalah kekuatan bijinya yang luar biasa. Biji ini dapat bertahan dalam kondisi dorman di tanah hingga menemukan lingkungan yang sesuai untuk berkecambah. Lapisan bijinya yang keras melindungi embrio, namun membutuhkan perlakuan khusus, seperti perendaman dalam air panas, untuk memulai proses perkecambahan. Tanaman ini berbunga dari Juni hingga Maret, tergantung pada curah hujan musiman.
Inovasi untuk Melestarikan Sturt’s Desert Pea
Bunga ini tidak hanya dikagumi karena keindahannya, tetapi juga menjadi subjek penelitian ilmiah. Teknik kultur jaringan telah dikembangkan untuk memperbanyak tanaman ini secara efisien. Potongan kecil jaringan batangnya dapat ditanam dalam media steril di laboratorium untuk menghasilkan tanaman identik dalam jumlah besar. Langkah ini membuka peluang untuk pelestarian dan pengembangan lebih lanjut.
Sturt’s Desert Pea adalah contoh nyata bagaimana alam Australia menyimpan flora yang tangguh sekaligus menawan. Dari habitat ekstrem hingga sejarah panjang di balik namanya, bunga ini terus menjadi inspirasi bagi mereka yang mempelajari keajaiban dunia tumbuhan.
Posting Komentar