Fenomena Uang Mutilasi: Modus Pemalsuan yang Perlu Diwaspadai

MEDIA - Media sosial kembali diramaikan oleh kabar modus pemalsuan uang pecahan Rp 100 ribu dengan cara mutilasi. Fenomena ini menjadi perbincangan hangat, terutama setelah sebuah video viral di platform X memperlihatkan uang mutilasi yang merupakan hasil penggabungan antara bagian uang asli dan palsu.

Dalam video yang diunggah oleh akun @arw*****, terlihat jelas ciri khas uang mutilasi, yaitu adanya garis pemisah di kedua sisi uang. Garis tersebut menunjukkan bahwa uang sengaja disambungkan dari dua bagian berbeda.

Akun tersebut memberikan peringatan kepada masyarakat, "Hati-hati dengan uang mutilasi... Jangan sampai tertipu. Silakan bagikan kepada teman-teman dan keluarga untuk waspada. Supaya tidak gagal paham, perhatikan videonya sampai selesai. Separuh asli, separuh palsu."

Tanggapan Bank Indonesia

Menanggapi isu tersebut, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Marlison Hakim, menjelaskan bahwa modus mutilasi uang bukanlah hal baru. Modus ini menggabungkan separuh uang asli dan separuh uang palsu, sehingga menciptakan dua uang yang seolah-olah asli. "Jika berhasil ditukar, pelaku bisa mendapatkan keuntungan setara Rp 200 ribu," ujar Marlison di DPR RI pada Rabu (20/11/2024).

Meski modus ini sudah jarang terjadi, BI terus mengimbau masyarakat untuk waspada. Marlison menekankan pentingnya menggunakan metode 3D—Dilihat, Diraba, Diterawang—untuk mengenali uang asli. Ia juga menyebut bahwa sambungan pada uang mutilasi biasanya dapat terlihat dengan mudah jika diperiksa secara seksama.

"Selain itu, Bank Indonesia hanya akan mengganti uang rusak jika tingkat kerusakannya mencapai minimal 3/4 bagian. Uang yang dipotong setengah-setengah seperti ini tidak akan mendapatkan penggantian dari BI," tegasnya.

Sanksi Hukum

Pelaku pemalsuan uang, termasuk yang menggunakan modus mutilasi, dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang-undang Mata Uang. Marlison menambahkan bahwa motif utama dari tindakan ini adalah untuk mendapatkan keuntungan ganda, meski pada akhirnya praktik ini mudah terdeteksi.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Kabar viral ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang tunai. Pemeriksaan uang menggunakan metode 3D, serta kewaspadaan terhadap ciri-ciri mencurigakan seperti sambungan pada uang, menjadi langkah awal untuk mencegah diri dari menjadi korban.

Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin cerdas dan waspada dalam mengenali berbagai modus pemalsuan uang.

Posting Komentar