Dony Oskaria: Peran Ganda dan Kontroversi di Balik Hubungannya dengan Nagita Slavina

JAKARTA - Dalam pergeseran kekuasaan di Indonesia, Dony Oskaria baru-baru ini diangkat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto. Namun, keputusan ini segera menuai kritik tajam dari Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Darmadi Durianto. Ia menilai penunjukan Dony sebagai wakil menteri dalam waktu bersamaan dengan jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) melanggar etika kepemimpinan dan putusan Mahkamah Konstitusi No. 80/PUU-XVII/2019 yang melarang rangkap jabatan bagi pejabat setingkat menteri.

Nama Dony Oskaria bukanlah sosok yang asing di dunia bisnis dan pemerintahan. Dikenal sebagai paman dari artis Nagita Slavina, ia memiliki latar belakang yang mumpuni dalam berbagai sektor. Dony sebelumnya menjabat sebagai CEO di sejumlah perusahaan besar, termasuk Bank Mega dan Trans Studio. Ia juga memiliki pengalaman sebagai Komisaris Garuda Indonesia dan Wakil Direktur Utama perusahaan tersebut, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam industri penerbangan Indonesia.

Dony yang berpendidikan tinggi, menyelesaikan studi S1 Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran pada tahun 1994 dan melanjutkan studi di bidang Akuntansi di Universitas Andalas. Ia juga meraih gelar Magister di Asian Institute of Management di Filipina pada tahun 2009, memperkuat keahliannya dalam bidang bisnis.

Seiring dengan kritik yang dilontarkan mengenai rangkap jabatannya, Dony juga dikenal memiliki peran penting dalam mendirikan RANS Entertainment bersama Raffi Ahmad. Dalam beberapa kesempatan, Raffi mengungkapkan betapa besar kontribusi Dony terhadap perkembangan perusahaan hiburan yang kini terkenal di Indonesia.

Dalam menjabat di posisi tinggi ini, Dony Oskaria diharapkan dapat membawa perubahan dan inovasi dalam BUMN, meskipun ia harus menghadapi tantangan dari berbagai pihak yang menantikan keputusannya terkait rangkap jabatan. Kontroversi ini akan menjadi sorotan, tidak hanya bagi Dony, tetapi juga bagi kebijakan pemerintah Prabowo Subianto dalam memimpin negara.

Posting Komentar