Apple Panen Triliunan di Indonesia, Tapi Investasi Lokal Rp 300 Miliar Masih Tertunda

JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali mendesak Apple untuk merealisasikan komitmennya terkait investasi yang telah disepakati, senilai total Rp 1,7 triliun. Namun, meskipun perusahaan raksasa teknologi ini telah menikmati keuntungan besar dari pasar Indonesia, mereka masih belum memenuhi sebagian kecil dari nilai investasi tersebut. Akibatnya, produk terbaru mereka, iPhone 16, belum dapat dipasarkan di Indonesia.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa pihaknya terus bernegosiasi dengan Apple mengenai investasi yang belum terealisasi. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, yakni di bawah Rp 300 miliar, Agus menilai bahwa Apple seharusnya dapat dengan mudah memenuhi komitmen tersebut.

"Kami telah meminta Surveyor Indonesia untuk melakukan audit terkait investasi yang belum terpenuhi. Hasil audit menunjukkan bahwa kekurangannya tidak signifikan, bahkan sangat kecil jika dibandingkan dengan pendapatan Apple di Indonesia," kata Agus saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (12/9/2024).

Pada tahun 2023, Apple tercatat meraih penjualan produk handphone, tablet, dan komputer genggam (HKT) lebih dari Rp 30 triliun di Indonesia. Dengan angka penjualan yang sangat besar, pemerintah Indonesia mengharapkan Apple untuk menepati kesepakatan investasi mereka sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

"Penjualan produk Apple di Indonesia pada 2023 saja sudah melebihi Rp 30 triliun. Kami berharap Apple tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada kewajiban untuk menjalankan komitmen investasi mereka," tambah Agus.

Pemerintah Indonesia mengidentifikasi tiga hal utama yang menjadi fokus dalam upaya mendorong Apple untuk memenuhi kewajibannya. Pertama, pemerintah menginginkan Apple untuk mendirikan fasilitas research and development (R&D) di Indonesia, yang akan berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi di luar akademi.

Kedua, Indonesia ingin menjadi bagian dari global value chain Apple, dengan sejumlah perusahaan lokal yang dapat memproduksi komponen-komponen produk Apple. Setidaknya ada 17 perusahaan di Indonesia yang berpotensi untuk berkolaborasi dengan Apple dalam hal ini.

Terakhir, pemerintah meminta Apple untuk mengembangkan lebih lanjut Apple Academy yang telah dibangun di beberapa kota besar Indonesia, seperti Tangerang Selatan, Batam, dan Surabaya. Apple Academy ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor teknologi.

Untuk memastikan produk yang beredar di Indonesia memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Agus menegaskan bahwa Apple harus mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Produk yang tidak memenuhi TKDN 35% tidak akan diperbolehkan untuk dijual di pasar Indonesia.

Posting Komentar