Menurut laporan dari saluran berita HaberTurk melalui AFP, banyak warga yang bergegas keluar dari rumah dan kantor ketika merasakan getaran gempa. Mereka memilih untuk berkumpul di jalan-jalan dan area terbuka, seperti taman, karena khawatir adanya gempa susulan yang mungkin terjadi.
Di Kota Elazig, kegiatan di sekolah-sekolah langsung dihentikan, dan para siswa dipulangkan lebih awal sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Badan Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengonfirmasi bahwa gempa yang terjadi di Kale juga dirasakan hingga ke kota-kota lain seperti Diyarbakir, Elazig, Erzincan, dan Tunceli.
Hingga saat ini, AFAD melaporkan belum ada informasi mengenai korban jiwa, korban luka, ataupun kerusakan bangunan sebagai dampak dari gempa tersebut.
Wali Kota Malatya, Sami Er, menyampaikan kepada kantor berita Anadolu bahwa pihak berwenang masih terus memantau dan mengumpulkan data dari wilayah yang sulit dijangkau untuk memastikan apakah ada kerusakan di daerah-daerah terpencil.
Malatya sendiri merupakan salah satu provinsi yang terdampak parah akibat gempa besar yang melanda wilayah Turki dan Suriah utara pada tahun 2023, yang menewaskan lebih dari 53.000 orang di Turki.

Posting Komentar