Serangan Drone Rusia di Kyiv: Tujuh Orang Terluka dalam Insiden Terbaru

INTERNASIONAL - Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan drone yang diluncurkan oleh Rusia. Serangan ini menargetkan gedung apartemen dan rumah, mengakibatkan sedikitnya tujuh orang terluka akibat serpihan bangunan yang terbakar.

Berdasarkan laporan dari Reuters pada Minggu (25/5/2025), insiden ini terjadi pada pagi hari waktu setempat. Timur Tkachenko, kepala administrasi militer kota Kyiv, menyatakan bahwa empat orang di antaranya terluka setelah sebuah gedung apartemen lima lantai diserang di distrik Holosiivskyi, yang terletak di luar pusat kota.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa bagian luar gedung mengalami kerusakan signifikan. Selain itu, tiga orang lainnya juga mengalami cedera di distrik lain di kota tersebut. Tkachenko sebelumnya telah mengingatkan masyarakat bahwa lebih banyak serangan drone dan kemungkinan serangan rudal dapat terjadi, menandakan situasi yang semakin tegang di ibu kota.

Saksi mata melaporkan bahwa unit pertahanan udara sedang beroperasi di sekitar kota, menunjukkan upaya untuk melindungi warga dari serangan lebih lanjut.

Serangan ini mengikuti gelombang serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh Rusia pada Sabtu (24/5). Dalam insiden tersebut, sedikitnya 15 orang terluka di Kyiv ketika kedua negara sedang dalam proses pertukaran tahanan besar-besaran. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 14 rudal balistik dan 250 drone dalam serangan dini hari tersebut, dengan Kyiv menjadi "target utama serangan musuh".

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menyebut serangan-serangan ini sebagai "bukti nyata" bahwa diperlukan tekanan sanksi yang lebih besar terhadap Moskow untuk mempercepat proses perdamaian. Serangan yang terus berlanjut ini menunjukkan eskalasi konflik yang mengkhawatirkan, dan mempertegas perlunya dukungan internasional bagi Ukraina dalam menghadapi agresi.

Dengan situasi yang semakin memburuk, masyarakat Kyiv dan Ukraina pada umumnya berharap akan adanya langkah-langkah yang lebih efektif untuk melindungi mereka dari ancaman yang terus-menerus.

Posting Komentar