FAKTA - Taman Nasional Bunaken, yang terletak di Sulawesi Utara, adalah salah satu kawasan konservasi laut yang paling terkenal di Indonesia. Didirikan pada tahun 1991, sekitar 97% dari area ini adalah lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati. Dengan pulau-pulau yang menawan seperti Bunaken, Naen, Siladen, Manado Tua, dan Mantehage, tempat ini menawarkan lebih dari sekadar keindahan bawah laut.
Mengapa Bunaken Begitu Istimewa?
Terletak di Segitiga Terumbu Karang, Bunaken dikenal sebagai surga bagi penyelam dan penggemar snorkeling. Namun, selain ikan dan terumbu karang yang memukau, ada banyak hewan unik lainnya yang menghuni kawasan ini. Mari kita telusuri beberapa spesies menarik yang dapat ditemukan di Taman Nasional Bunaken.
1. Dugong
Dugong (Dugong dugon), sering dijuluki "sapi laut," adalah mamalia yang dapat ditemukan di perairan dangkal Bunaken. Dengan panjang mencapai 3 meter dan berat lebih dari 300 kilogram, dugong adalah herbivora yang menyukai lamun. Sayangnya, populasi dugong semakin terancam akibat polusi dan hilangnya habitat.
2. Penyu Hijau
Penyu hijau (Chelonia mydas) adalah reptil laut yang sering terlihat di perairan Bunaken. Cangkangnya yang berwarna hijau kecoklatan menambah pesonanya. Sebagai herbivora, penyu ini mengandalkan lamun dan alga sebagai makanan utama. Namun, penyu hijau saat ini berstatus terancam punah akibat perburuan dan kerusakan habitat.
3. Penyu Sisik
Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dikenal karena dietnya yang unik, yaitu spons laut. Dengan karapas berwarna mosaik kuning keemasan, penyu ini sering diburu untuk dijadikan aksesori. Saat ini, penyu sisik berstatus kritis akibat perburuan dan kerusakan habitat.
4. Tarsius
Tarsius adalah primata kecil yang endemik di Sulawesi, dan dapat ditemukan di Pulau Manado Tua. Memiliki mata besar yang memungkinkan mereka beradaptasi dalam gelap, tarsius adalah hewan nokturnal yang aktif mencari serangga dan vertebrata kecil.
5. Yaki
Yaki, atau macaca nigra, adalah primata endemik Sulawesi Utara. Dengan ciri khas bulu hitam dan jambul di kepala, yaki hidup dalam kelompok besar. Namun, mereka kini terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat.
6. Ketam Kenari
Ketam kelapa atau ketam kenari (Birgus latro) adalah salah satu spesies kepiting terbesar di dunia. Dengan kemampuan memanjat pohon kelapa, ketam ini merupakan omnivora yang juga diburu untuk dagingnya. Status konservasinya terancam karena perburuan yang berlebihan.
7. Cangak Merah
Cangak merah (Ardea purpurea) adalah burung yang dapat ditemukan di lahan basah Bunaken. Dengan panjang tubuh sekitar 95 cm, burung ini berburu ikan dan krustasea. Meskipun populasinya masih melimpah, habitatnya terancam akibat pengurangan lahan basah.
Kesimpulan
Taman Nasional Bunaken tidak hanya menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa, tetapi juga keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Dari mamalia laut hingga primata darat, setiap spesies memiliki peran penting dalam ekosistem. Melindungi kawasan ini sangatlah penting untuk menjaga kelangsungan hidup hewan-hewan unik yang menghuni Taman Nasional Bunaken. Jadi, jika Anda berencana untuk berkunjung, jangan lupa untuk menghargai dan melestarikan keindahan alam yang ada di sana!
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan wawasan baru tentang keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken!








Posting Komentar