"Dunia sekarang ini jauh lebih kompleks, penuh tantangan yang tidak mudah diatasi. Pemimpin kita harus aware terhadap kondisi ini," ujar SBY.
SBY menggambarkan perubahan tatanan global dari era Perang Dingin hingga saat ini. Jika dahulu dunia terbagi jelas antara Blok Barat dan Blok Timur, serta konflik Timur Tengah yang melibatkan Arab dan Israel, kini batas-batas tersebut semakin kabur.
"Anatomi hubungan internasional berubah pesat. Setelah Perang Dingin, ada masa bulan madu antarnegara, termasuk saat saya menjabat 10 tahun. Namun kini situasi kembali berubah menjadi lebih kompleks," ungkapnya.
G20 dan Blok Baru
SBY juga menyoroti transformasi organisasi kerja sama global seperti G20, BRICS, hingga G7/G8. Ia mencatat bahwa fokus ekonomi yang dahulu menjadi inti dari organisasi tersebut kini bergeser ke arah politik.
"Dulu G20 adalah economic block, tapi sekarang nuansa politik mulai terasa. BRICS dan G7 juga sudah berubah dari fokus ekonomi menjadi political block. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dan memahami kompleksitas ini," jelas SBY.
Pesan untuk Pemimpin Indonesia
SBY mengimbau para pemimpin Indonesia untuk lebih aktif memahami perkembangan internasional. Menurutnya, Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan di tengah dinamika global yang cepat berubah.
"Selain fokus pada agenda nasional, penting bagi para pemimpin kita untuk meluangkan waktu memahami situasi dunia. Indonesia kini menjadi bagian dari kampung global, dan apa yang terjadi di luar sana akan berdampak pada kita," katanya.
Dukungan untuk Pemerintah
SBY juga menyampaikan ajakan kepada semua pihak untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi Indonesia yang maju dan berdaulat.
"Kita semua harus membantu Presiden Prabowo agar mampu menghadapi tantangan global ini dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," tutupnya.
Dengan pesan ini, SBY mengingatkan bahwa kolaborasi, kewaspadaan, dan pengetahuan mendalam tentang dunia adalah kunci agar Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi dinamika internasional.

Posting Komentar