Penjualan tiket pertama dimulai pada Kamis, 24 Oktober 2024. Deep Blue Aerospace berencana untuk menyediakan lebih banyak tiket di masa mendatang, menargetkan antusiasme para traveler yang penasaran dengan pengalaman tak terlupakan ini. Wisata luar angkasa ini akan menggunakan roket yang dirancang khusus untuk mencapai luar angkasa tanpa memasuki orbit.
Wisata luar angkasa sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, perusahaan-perusahaan besar seperti Blue Origin dan SpaceX asal Amerika Serikat telah lebih dulu menyediakan layanan serupa. Namun, Deep Blue Aerospace menawarkan keunggulan dengan teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Teknologi ini diharapkan mampu menekan biaya tinggi yang selama ini menjadi hambatan dalam komersialisasi pariwisata luar angkasa.
Rencana Masa Depan
Deep Blue Aerospace menargetkan untuk melakukan pengembalian roket pembawa dari orbit pada kuartal pertama tahun 2025. Langkah ini merupakan upaya untuk memastikan keberlanjutan teknologi mereka. Selain itu, perusahaan China lainnya, seperti CAS Space yang didukung oleh pemerintah, juga merencanakan peluncuran penerbangan wisata luar angkasa pada tahun 2028.
Industri pariwisata luar angkasa komersial saat ini masih dalam tahap awal. Namun, dengan semakin banyaknya perusahaan yang tertarik untuk berpartisipasi, masa depan wisata luar angkasa tampaknya akan lebih terjangkau dan tersedia bagi lebih banyak orang.
Apakah Anda salah satu yang bermimpi menjelajah luar angkasa? Perjalanan sub-orbital bersama Deep Blue Aerospace mungkin menjadi peluang emas untuk merasakan pengalaman yang sebelumnya hanya bisa dinikmati oleh astronot profesional.
Dengan berbagai persiapan yang matang, Deep Blue Aerospace berharap dapat membuka babak baru dalam dunia pariwisata. Jadi, siapkah Anda menjelajahi luar angkasa?

Posting Komentar