Fakta Unik tentang Selat Gibraltar: Perairan Penuh Sejarah dan Keanekaragaman Hayati

FAKTA - Selat Gibraltar adalah jalur air sempit yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania, membentang sepanjang 58 kilometer. Terletak di antara ujung selatan Spanyol dan barat laut Maroko, selat ini memiliki kedalaman bervariasi antara 300 hingga 900 meter. Selain menjadi jalur pelayaran penting, Selat Gibraltar menyimpan banyak cerita menarik. Berikut adalah beberapa fakta unik tentang selat yang sering disebut sebagai gerbang strategis dunia ini.

1. Asal Usul Nama Gibraltar

Nama Gibraltar berasal dari frasa Arab "Jabal al-Tariq," yang berarti "Gunung Tariq." Nama ini merujuk pada Tariq bin Ziyad, seorang panglima dari Dinasti Umayyah yang memimpin ekspedisi ke Spanyol pada tahun 711 M. Dalam perjalanan ini, Tariq dan pasukannya melintasi selat tersebut dan mendarat di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Gibraltar. Sebagai penghormatan, batu besar di kawasan tersebut diberi nama Tariq, dan kemudian nama ini juga melekat pada selat tersebut. Dalam bahasa Arab, selat ini disebut "Bab al-Maghrib," yang berarti "Gerbang Barat."

2. Fenomena Air yang Tidak Bercampur

Selat Gibraltar adalah lokasi bertemunya air dari Samudra Atlantik dan Laut Mediterania. Meskipun kedua perairan ini bersinggungan, airnya tidak bercampur karena perbedaan salinitas dan suhu. Fenomena ini dikenal sebagai haloklin, yang menciptakan batas visual di antara kedua jenis air tersebut. Lapisan air Atlantik yang lebih ringan mengalir ke arah timur di atas lapisan air Mediterania yang lebih berat dan asin, sementara arus bawahnya bergerak ke arah barat. Fenomena ini menciptakan arus dua lapis yang unik di selat ini.

3. Jalur Perairan Tersibuk di Dunia

Selat Gibraltar adalah salah satu jalur perairan tersibuk di dunia. Setiap hari, ribuan kapal melintasi selat ini, menjadikannya pusat aktivitas pelayaran internasional. Selama Perang Dunia II, selat ini memainkan peran strategis sebagai pangkalan angkatan laut dan pos militer. Saat ini, sekitar sepertiga minyak dan gas dunia serta setengah dari perdagangan global melewati Selat Gibraltar, menjadikannya titik transit vital antara Atlantik dan Mediterania, serta antara benua Eropa dan Afrika.

4. Surga Keanekaragaman Hayati

Selat Gibraltar menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna unik. Perbedaan salinitas dan suhu antara Atlantik dan Mediterania menciptakan lingkungan yang kaya nutrisi bagi kehidupan laut. Beberapa spesies yang ditemukan di sini antara lain tuna, paus sperma, paus pilot, orca, lumba-lumba belang, dan lumba-lumba hidung botol. Selat ini juga menjadi jalur migrasi penting bagi burung, seperti elang hitam, gannet utara, dan bangau putih. Keanekaragaman hayati ini menjadikan Selat Gibraltar sebagai salah satu kawasan ekosistem laut paling unik di dunia.

Kesimpulan

Selat Gibraltar bukan hanya jalur air strategis, tetapi juga kawasan penuh keajaiban alam dan sejarah. Dari fenomena haloklin hingga peran pentingnya dalam perdagangan global, selat ini terus menarik perhatian dunia. Keindahan alamnya yang kaya dan sejarahnya yang mendalam menjadikan Selat Gibraltar sebagai salah satu ikon geografi yang paling menarik untuk dijelajahi.

Posting Komentar