Pihak berwenang Taiwan melaporkan bahwa pengerahan ini merupakan bagian dari latihan maritim terbesar China dalam beberapa tahun terakhir. Latihan tersebut berlangsung dari perairan dekat pulau-pulau di selatan Jepang hingga mencapai Laut China Selatan, melibatkan hingga 90 kapal perang dan kapal penjaga pantai.
Seorang pejabat keamanan Taiwan mengungkapkan bahwa latihan ini mencakup simulasi serangan terhadap kapal asing serta uji coba strategi blokade jalur laut. "China ingin menunjukkan kekuatan maritim mereka dan kemampuan untuk mengepung Taiwan," ungkap pejabat tersebut.
Latihan militer ini diyakini sebagai langkah strategis China untuk mengirim pesan tegas kepada dunia internasional. Beijing memperkuat klaimnya atas Taiwan dengan meningkatkan aktivitas militer di wilayah sekitar pulau tersebut. Sebelumnya, Taiwan menuding latihan ini sebagai bagian dari rencana operasi besar-besaran yang telah dimulai sejak Oktober.
Pengerahan militer terbaru ini terjadi tidak lama setelah kunjungan Presiden Taiwan Lai Ching Te ke wilayah Amerika Serikat, yang melibatkan singgah di Hawaii dan Guam. Beijing mengecam keras kunjungan tersebut, menyebutnya sebagai langkah separatis yang melanggar prinsip "Satu China."
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak pernah mengakui deklarasi kemerdekaan pulau itu. Sebaliknya, Taiwan bersikeras mempertahankan status sebagai negara merdeka dengan sistem pemerintahan yang demokratis.
Ketegangan di Selat Taiwan terus meningkat, seiring dengan upaya Beijing untuk menunjukkan dominasi militer sekaligus menekan Taiwan secara politik dan psikologis. Hingga kini, pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi terkait latihan militer besar-besaran tersebut.

Posting Komentar