Berikut adalah pandangan yang ditawarkan oleh ketiga paslon:
1. Ridwan Kamil dan Suswono: Jakarta sebagai Kota Global dan Kreatif
Paslon nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono, menawarkan visi untuk menjadikan Jakarta kota global yang kreatif. Gagasan mereka mencakup transformasi besar-besaran, seperti:
- Revitalisasi Pasar Tanah Abang: Menghidupkan kembali pasar ini sebagai ikon belanja global dengan memaksimalkan peran pedagang lokal.
- Pulau Seribu ala Maldives: Menjadikan Pulau Seribu sebagai kawasan ekonomi khusus bertaraf internasional dengan konsep serupa Maldives, lengkap dengan potensi investasi setara Disneyland.
- Festival Internasional: Menjadikan Jakarta tuan rumah festival musik bertaraf dunia seperti Coachella, yang akan mendatangkan artis internasional dan memperkuat sektor hiburan.
- Kota Kreatif: Memanfaatkan Kota Tua sebagai kampus ekonomi kreatif 24 jam untuk menarik generasi muda dan menciptakan magnet ekonomi baru.
- Transportasi Sungai: Memanfaatkan 13 sungai di Jakarta sebagai jalur transportasi air untuk mendukung konektivitas wisata.
2. Dharma Pongrekun dan Kun Wardana: Kampung Wisata untuk Ekonomi Rakyat
Paslon independen nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui konsep kampung wisata. Ide utama mereka meliputi:
- Kampung Wisata Tematik: Membentuk komunitas UMKM dengan fokus produk tertentu seperti tas atau sepatu, lengkap dengan pelatihan dan pendampingan ahli.
- Pemasaran Global: Memasarkan hasil UMKM kampung wisata hingga ke mancanegara, memberikan peluang ekonomi baru bagi warga lokal.
- Balai Gotong-Royong: Membangun balai sebagai pusat kreativitas dan kolaborasi di setiap kelurahan, yang juga memanfaatkan fasilitas publik seperti RPTRA.
- Transportasi Umum yang Efisien: Memperbaiki manajemen transportasi umum dengan menambah armada, memperluas rute, dan mengurangi waktu tunggu angkutan.
3. Pramono Anung dan Rano Karno: Wisata Ikonik dengan Sentuhan Olahraga dan Budaya
Paslon nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, membawa pendekatan berbeda dengan menjadikan ikon budaya dan olahraga sebagai daya tarik wisata. Strategi mereka mencakup:
- Persija sebagai Duta Wisata: Mengangkat pemain sepak bola Persija sebagai ikon Jakarta untuk mempromosikan budaya Betawi dan menarik perhatian publik.
- Festival Sepak Bola: Menjadikan pertandingan Persija sebagai ajang festival keluarga yang ramah perempuan dan penyandang disabilitas, dengan taman-taman kota dibuka 24 jam.
- Perluasan TransJakarta: Menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga seperti Bogor dan Cianjur melalui rute baru TransJakarta, untuk mengurangi kendaraan pribadi di ibukota.
Masa Depan Pariwisata Jakarta
Ketiga paslon menawarkan pendekatan unik untuk mengembangkan pariwisata Jakarta. Pilihan mereka menunjukkan kombinasi revitalisasi budaya, teknologi, dan infrastruktur. Warga Jakarta memiliki kesempatan untuk memilih arah mana yang paling sesuai untuk membawa ibukota menjadi destinasi wisata global yang tak hanya modern tetapi juga inklusif.




Posting Komentar