Namun, kabar baik ini justru menimbulkan reaksi kontroversial di kalangan netizen. Alih-alih memberikan dukungan, beberapa netizen menanggapi perkembangan Agus dengan kemarahan dan kritik tajam. Sejumlah komentar di media sosial menunjukkan ketidakpuasan, bahkan ada yang menyarankan tindakan keras terhadap Agus.
Sebagian besar kritik muncul setelah Agus melaporkan seorang rekan yang sebelumnya membantu menggalang dana untuk biaya pengobatannya. Netizen menilai Agus tidak bersyukur, terutama karena rekan tersebut diduga mengungkap bahwa sebagian dana donasi tak sepenuhnya digunakan untuk keperluan medis. Sikap Agus yang dinilai “terlalu dramatis” dalam berbagai kesempatan juga memicu respons negatif.
Di kolom komentar sebuah unggahan di akun Instagram Lambe Turah, seorang netizen menuliskan, “Benar kata Teh Novi, ternyata masih bisa disembuhkan kalau diobati. Drama dulu, biar rame ya,” sindirnya. Komentar lain menyebut bahwa vonis buta yang sempat disampaikan Agus adalah bentuk manipulasi agar dana donasi tetap mengalir tanpa dipertanyakan.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menganggap perhatian publik pada Agus tidak sepatutnya terus berlangsung. Mereka merasa seharusnya bantuan dan sorotan diberikan kepada mereka yang dianggap lebih tulus dan membutuhkan. "Dari kasus ini, kita belajar bahwa tidak semua orang yang menderita pantas diberi panggung," tulis seorang netizen.
Respons publik terhadap perkembangan kasus Agus Salim ini menggambarkan betapa cepatnya opini publik berubah ketika informasi baru muncul. Perkembangan selanjutnya mungkin akan memengaruhi bagaimana masyarakat melihat peran donasi dan transparansi dalam penggalangan dana di masa mendatang.

Posting Komentar