BUDAYA - Setiap tahun, menjelang awal Desember, Belanda dipenuhi dengan suasana meriah dan penuh keceriaan saat merayakan tradisi unik yang dikenal sebagai Sinterklaas. Perayaan ini menghormati Santo Nikolas, santo pelindung anak-anak dan pelaut, yang merupakan tokoh penting dalam budaya Belanda. Sinterklaas bukan hanya sekadar festival; ia merupakan momen yang mengikat masyarakat dengan nilai-nilai kebersamaan, tradisi, dan kegembiraan.
Sinterklaas memiliki akar sejarah yang dalam, berasal dari tokoh Santo Nikolas yang hidup pada abad ke-4 di Myra, yang kini berada di Turki. Santo Nikolas dikenal karena kebaikan dan kemurahan hatinya, terutama terhadap anak-anak dan orang yang kurang mampu. Tradisi Sinterklaas di Belanda diperkirakan dimulai pada abad ke-11, dan sejak itu berkembang menjadi perayaan yang sangat dihormati.
Salah satu elemen paling menarik dari perayaan Sinterklaas adalah kedatangannya dari Spanyol. Setiap tahun, pada tanggal 11 November, Sinterklaas tiba dengan kapal dari Spanyol, diiringi oleh para pembantunya yang dikenal sebagai Zwarte Piet. Kedatangan ini dirayakan dengan parade meriah yang melibatkan pertunjukan, lagu-lagu, dan tarian, menarik perhatian anak-anak dan orang dewasa di seluruh negeri.
Setelah kedatangannya, Sinterklaas mengunjungi kota-kota di Belanda, di mana ia menyapa anak-anak dan memberikan hadiah. Masyarakat juga mulai merayakan dengan menyanyikan lagu-lagu Sinterklaas yang ceria dan menyiapkan sepatu mereka untuk menerima hadiah. Pada malam tanggal 5 Desember, yang dikenal sebagai "Pakjesavond," keluarga berkumpul untuk merayakan dengan saling memberikan hadiah dan membacakan puisi lucu tentang satu sama lain.
Selama perayaan Sinterklaas, ada beberapa makanan khas yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini. Salah satu yang paling populer adalah "pepernoten," kue kecil yang renyah dengan rasa rempah yang khas. Selain itu, "speculaas," kue biskuit berbentuk khas, juga sering disajikan. Makanan ini tidak hanya dinikmati, tetapi juga menjadi bagian dari hadiah yang diberikan dalam perayaan.
Lebih dari sekadar festival, Sinterklaas adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman, berbagi kebahagiaan, serta mengenang nilai-nilai kebaikan dan kemurahan hati. Anak-anak belajar tentang pentingnya berbagi dan saling menghargai, sementara orang dewasa dapat merasakan kembali keceriaan masa kecil mereka.
Perayaan Sinterklaas di Belanda adalah contoh indah dari bagaimana tradisi dapat memperkuat ikatan sosial dan menciptakan momen bahagia. Dengan kedatangan Santo Nikolas, masyarakat merayakan dengan semangat dan cinta, menjadikan setiap tahun sebagai kesempatan untuk membagikan keceriaan dan kehangatan. Sinterklaas bukan hanya sekadar acara tahunan; ia adalah simbol dari nilai-nilai kemanusiaan yang terus hidup dalam hati setiap orang Belanda.
Posting Komentar